Sebutkan Tiga Contoh Jual Beli Yang Dianggap Batil

Sebutkan Tiga Contoh Jual Beli Yang Dianggap Batil ?

Alobisnis.com – Di artikel ini di sebutkan tiga contoh jual beli yang dianggap batil. Silahkan disimak oleh para pembaca sekalian.

Jual-beli yang batil sebuah transaksi bisnis yang tidak penuhi rukun dan persyaratan jual-beli sama sesuai tuntunan Islam. Jual-beli seperti ini semestinya untuk dijauhi karena yang melakukan akan mendapatkan dosa.

Mencuplik buku Fikih kontemporer cerita Gibtiah, jual-beli yang batil terjadi jika pada suatu transaksi bisnis ada salah satunya rukun yang tidak tercukupi atau yang karakternya tidak disyariatkan. Misalnya ialah object jual-beli yang tidak terang atau ada elemen tipuan.

Berdasar pemikiran Mazhab Al-Hanafiyah, ikrar batil ialah ikrar yang tidak searah dengan syariah, baik secara hukum dasarnya dan karakternya. Dari pemahaman ini, bisa diambil kesimpulan jika ikrar batil hukumnya tidak syah pada proses jual-beli.

Contoh Jual Membeli yang Batil

Penting untuk ketahui contoh jual-beli yang batil agar menghindariinya. Menyadur buku Pengantar Ekonomi Islam, berikut contoh jual-beli yang batil, dilarang, dan diharamkan oleh syariat Islam.

1. Jual-beli yang dilarang

  • Ikrar jual-beli yang perlu memakai persyaratan, misalnya “Saya jual mobil ini pada harga Rp 100 juta dengan persyaratan kamu harus jual rumahmu kepadaku.”
  • Jual-beli sprema
  • Jual-beli hewan yang masih ada dalam perut ibunya.
  • Jual barang punya seseorang walau bisa memberikan keuntungan pemiliknya.
  • Jual air yang mengucur tanpa ketahui ukuran.
  • Jual beras yang dalam padinya atau memang belum dipanen. Hal ini berlaku kesemua tipe beberapa bijian.
    • Sepanjang masih berada di batang atau memang belum dipanen, karena itu hukumnya tidak syah. Karena, ada peluang tanaman itu untuk tidak berhasil panen. Disamping itu, biji yang di batang tidak dikenali secara jelas ukuran timbangannya, hingga bisa bikin rugi salah satunya faksi.
  • Jual buah yang belum masak atau masih mentah, terkecuali jika berniat jual dan dengan pohonnya.
  • Bai’ gharar, yaitu jual barang yang kabur atau tidak dikenali bagaimana pada akhirnya, berapakah jumlah, atau yang mana barangnya. Seperti jual burung yang terbang di angkasa atau ikan yang berada di sungai.

2. Jual-beli yang diharamkan

Jual-beli najasy atau berpura-pura beli dengan menambahkan harga agar seseorang ingin membeli pada harga itu. Hukumnya haram karena terhitung ke penipuan.

Jual sapi perah dengan biarkan sapi itu tidak diperah beberapa hari supaya air susunya terlihat banyak dan menarik konsumen. Ini diharamkan karena bikin rugi salah satunya faksi.

Jual barang yang hancur atau cacat dengan menutupinya supaya orang tidak ketahuinya dan masih tetap membeli. Misalnya jual beras dalam karung, di mana pada bagian atasnya berisi bagus, sementara sisi bawahnya diisi beras yang kwalitasnya jelek.

Jual barang ke konsumen yang hendak memakainya untuk lakukan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti jual senjata ke pencuri atau jual anggur ke orang yang hendak memprosesnya jadi minuman keras.

Nah, itu tadi kami sebutkan tiga contoh jual beli yang dianggap batil. Semoga bermanfaat. (SPN)

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

contoh jual beli yamg bathi;

Tinggalkan Balasan