Kaitan Korespondensi Dengan Kegiatan Komunikasi Bisnis Apa?

Alobisnis.com – Apakah ada kaitan korespondensi dengan kegiatan komunikasi bisnis ? Mari kita simak jawaban dan penjelasan dari pertanyaan ini.

Kaitan Korespondensi Dengan Kegiatan Komunikasi Bisnis

Sebelum kita membahas lebih lanjut mari kita pahami apa itu korespondensi dan komunikasi bisnis. Sebagai pelaku bisnis andal, sudah pernahkah Anda dengar istilah reportersi?

Secara etimologi, reportersi datang dari Bahasa Inggris, yakni correspondence atau dari Bahasa Belanda, yakni correspondentie, yang mempunyai makna satu jalinan atau aktivitas yang terjadi di antara beberapa pihak berkaitan yang sudah dilakukan dengan sama-sama berkiriman surat.

Jalinan dalam usaha yang berkaitan dengan beberapa pihak yang ada umumnya memiliki sifat sah dan dilaksanakan langkah surat-menyurat.

Oleh karenanya, tujuan lain dari reportersi disimpulkan sebagai surat-menyurat. Untuk pahami mengenai reportersi selanjutnya, baca keterangan artikel di bawah ini.

Apa Itu Korespondensi?

Reportersi ialah satu aktivitas yang sudah dilakukan secara terus-terusan di antara dua faksi dengan sama-sama berkiriman surat, atau dengan singkat reportersi sebagai aktivitas surat-menyurat antara faksi satu ke faksi yang lain yang berkaitan.

Surat sendiri sebagai satu diantara jumlahnya media pada aliran komunikasi tercatat yang berperan untuk sampaikan info untuk faksi lain, yang umumnya berisi info, pernyataan, perintah, pengakuan, keinginan atau laporan.

Info dapat berbentuk surat electronic atau e-mail, atau bisa dicatat atau diketik dalam selembar kertas atau konservatif.

Dalam tiap proses komunikasi usaha atau komunikasi biasa tentu tiap pesan yang dikirimkan oleh pengirim pasti benar-benar diharap pemahaman dan pengetahuannya mengenai info yang dikasih itu.

Jika pengirim surat ingin supaya suratnya dibalas, pengirim akan memberi cara tertentu sesuai yang pengirim kehendaki. Tersebut arah umum tiap pengirim surat, yakni supaya ada reaksi yang muncul dari pembaca atau yang menerima suratnya, pas sama seperti yang diharap.

Dan, sebagai faksi yang memiliki kuasa atau memiliki hak untuk tanda-tangani surat atas nama perseorangan atau perusahaan, mempunyai panggilan sebagai reporter.

Persyaratan reportersi umumnya dibuntel berbentuk yang memikat dalam bahasa yang gampang dipahami, dan bisa dimengerti langsung pada dasarnya atau mungkin tidak berbelit-belit.

Reportersi di pada suatu perusahaan, instansi, lembaga atau organisasi juga terdiri atas dua sisi. Berikut penuturannya.

Reportersi ekstern: Surat-menyurat yang sudah dilakukan oleh perusahaan atau bagian-bagiannya dengan faksi luar ialah.
Reportersi internal: Surat-menyurat yang sudah dilakukan oleh beberapa orang pada suatu perusahaan, terhitung jalinan di antara kantor pusat dengan kantor cabang atau beberapa bagian yang lain ialah.

Ciri-Ciri Korespondensi Bisnis

Sama seperti yang sudah diterangkan awalnya, reportersi usaha ialah aktivitas atau kegiatan yang sudah dilakukan dengan mengungkapkan beberapa poin dari pokok ulasan yang sudah dilakukan lewat surat-menyurat, yang mempunyai beberapa ciri seperti berikut.

1. Memiliki sifat Info atau Persuasi

Reportersi ini memberi surat yang didalamnya info atau persuasi supaya faksi yang menerima atau perusahaan jadi tertarik dan ingin merajut kerja sama dengan faksi pengirim yang berkaitan dengan beragam hal, seperti produk baru, keunggulan, harga, dan lain-lain.

Ciri-ciri reportersi yang ini memang pada pokoknya lebih terbuka dan terang jika maksudnya ingin perusahaan memperoleh rekanan yang semakin banyak, hingga nanti usaha atau industri bisa jalan dengan lebih bagus dan dapat mendapat banyak keuntungan karena sudah bekerja bersama secara baik dan terbuka.

2. Mempunyai Sisi Standard

Surat pada reportersi ini memang seharusnya selalu diputuskan dan mempunyai beberapa bagian standard, seperti kop surat, pembuka, isi, penutup surat, tanda-tangan penulis dan lain-lain, yang mempunyai tujuan agar surat kelihatan penuhi persyaratan, ada agunan jika surat itu tercipta dari faksi atau perusahaan yang sah atau legal.

3. Mempunyai Satu Pesan Pokok

Penulisan surat mempunyai tujuan untuk sampaikan satu pesan pokok atau pesan tunggal supaya faksi yang menerima pesan ketahui isi pesan itu secara baik, dan memudahkan kedua pihak, karena pengirim surat dapat konsentrasi pada pesan yang ingin dikatakan, dan yang menerima surat lebih gampang pahami tujuan atau arah dari pesan yang diterima.

4. Style Bahasa Resmi

Karena masing-masing penulisan surat telah memiliki aturan ketentuan tertentu, karena itu memakai bahasa yang resmi sudah pasti jadi kewajiban.

Karenanya, surat yang diperuntukkan ke organisasi atau perusahaan, penulisannya harus memakai bahasa baku dan jangan memakai bahasa tidak santun atau bahasa gaul setiap hari.

Jadi, Apa Kaitan Korespondensi Dengan Kegiatan Komunikasi Bisnis ?

Jawabannya adalah sama-sama saling berhubungan. Bilamana keduanya dipadukan akan sangat bermanfaat. (SPN)

Baca Juga : Jelaskan Bagaimana Cara Perusahaan Memotivasi Karyawan Untuk Menghasilkan Produk Berkualitas

Tinggalkan Balasan