Bagaimana Kesiapan Ekonomi Indonesia Dalam Menghadapi Globalisasi
Kesiapan Ekonomi Indonesia Dalam Menghadapi Globalisasi

Bagaimana Kesiapan Ekonomi Indonesia Dalam Menghadapi Globalisasi ?

Alobisnis.com – Bagaimana kesiapan ekonomi indonesia dalam menghadapi globalisasi ? Di artikel singkat ini akan kami jelaskan dan jabarkan. Silahkan disimak.

Bagaimana Kesiapan Ekonomi Indonesia Dalam Menghadapi Globalisasi ?

Peristiwa globalisasi tidak dapat dijauhi kembali oleh warga dunia. Tetapi, hasil pengkajian Instansi Pengetahuan Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperlihatkan Indonesia rupanya tidak siap hadapi peristiwa itu, khususnya di bagian ekonomi. Ini muncul pada seminar Index Persiapan Warga dalam Memberi respon Global Village , di LIPI Jakarta.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain mengutarakan, globalisasi dipercaya jadi factor pengungkit dalam membuat tata urus pemerintah, praktik demokrasi, kegiatan ekonomi, dinamika sosial dan hubungan budaya. Sirnanya batas budaya dan hubungan warga membuat situasi borderlessworld yang disebut keadaan lenyapnya batasan-batas sosial. (sumber: lipi.go.id)

LIPI sudah lakukan survey dalam jumlah informan sekitar 4.561 orang di tiga wilayah untuk menghitung Index Persiapan Warga (IKM). Tiga wilayah itu yakni propinsi Sumatera Barat, Wilayah Spesial Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.

Hasil survey memperlihatkan angka absolut IKM dari ke-3 propinsi sejumlah 51,25 dari angka minimal 26,77 dan maksimal 82,20 dari rasio 1-100. Hasil surveu cukup mengagetkan, warga di tiga propinsi itu relatif masih tidak siap dalam hadapi peristiwa globalisasi, khususnya dalam sektor ekonomi (sumber: lipi.go.id)

Dalam BMP Ekonomi Indonesia disebut jika Indonesia tidak mempunyai daya saing nasional di tengan pasar global karena praktek kolusi, korupsi dan nepotisme yang terjadi di semua sektor kehidupan khususnya pada sektor ekonimi.

Indonesia biasanya mempunyai daya saing atas beberapa produk primer atau industri karena didukung input yang murah seperti beberapa produk yang memiliki sifat padat kreasi karena gaji pekerja murah. Dengan keadaan semacam itu tentunya susah untuk Indonesia tembus pasar global.

Jangankan hadapi globalisasi ekonomi, hadapi perdagangan bebas dengan cina juga Indonesia telah kewalahan. Erwin Aksa seperti diambil oleh Sumiati dalam https://www.topbusiness.id/ memperjelas keutamaan belajar dari ketidakberhasilan Indonesia saat berdagang dengan China.

Kekeliruan paling besar Indonesia ialah Indonesia tak pernah belajar dari riwayat. 6 tahun saat sebelum perdagangan bebas dengan China diterapkan, Indonesia tidak menyiapkan diri secara baik serta terlihat rileks melawannya dan Indonesia cuma turut arus dan mengucur demikian saja.

Dan China sudah berusaha keras membuat daya saingnya hingga saat masuk perdagangan bebas, otot-otot usahanya telah kuat. Dan Indonesia terkaget-kaget dalam melawannya karena rupanya wilayah Glodok, Kemayoran, Tanah Abang, Cipulir diserang beberapa produk China.

Saat itu Indonesia cuma memercayakan export sumber daya alam. Walau sebenarnya saat sebelum perdagangan bebas diawali Indonesia sudah mengekspor sumber daya alam karena jadi keperluan dasar industri disitu. Dalam soal daya saing Indonesia sekarang ini masih kalah dari beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

Baca Juga : Berikut Adalah Peran Sistem Pembayaran Dalam Perekonomian Kecuali Apa?

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

indonesia sebagai negara maritim terhadap destinasi pariwisata utama

Tinggalkan Balasan