Berikut Adalah Peran Sistem Pembayaran Dalam Perekonomian Kecuali
Peran Sistem Pembayaran Dalam Perekonomian di Indonesia

Berikut Adalah Peran Sistem Pembayaran Dalam Perekonomian Kecuali Apa?

Apakah Anda tahu tentang sistem pembayaran? Berikut adalah peran sistem pembayaran dalam perekonomian kecuali apa saja? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Peran Sistem Pembayaran di Indonesia

Dalam artikel jurnal Perubahan Mekanisme Pembayaran di Indonesia (2006) kreasi Vera Intanie Dewi, diterangkan jika ada dua tipe mekanisme pembayaran di Indonesia, yakni:

1. Mekanisme pembayaran retail atau nilai kecil (Ritel payment sistem/small nilai)

Mekanisme pembayaran ini umumnya dipakai untuk tipe transaksi bisnis di bawah 100 juta, seperti transaksi bisnis invidual (check, bilyet giro, transfer), transaksi bisnis kartu credit atau kartu debet, dan transaksi bisnis bulk. Pembayaran retail umumnya memakai instrument pembayaran tunai.

Ada pula yang memakai instrument pembayaran non-tunai, tapi banyaknya sedikit. Sementara penuntasan pembayarannya biasa dilaksanakan lewat proses kriling. Kliring sebagai transisi warkat atau data keuangan electronic antara bank, baik atas nama bank atau nasabah, yang hasil perhitungannya dituntaskan di saat tertentu.

Proses kriling diselenggaran oleh Bank Indonesia sebagai bank sentra. Kliring yang diselenggaran oleh Bank Indonesia dikatakan sebagai Mekanisme Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

SKNBI sebagai mekanisme kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring debit dan kliring credit yang penuntasan pada akhirnya dilaksanakan secara nasional. Arah diaplikasikannya SKNBI untuk tingkatkan efektivitas mekanisme pembayaran retail dan untuk penuhi beberapa prinsip management resiko dalam penyelenggaraan kliring.

2. Mekanisme pembayaran nilai besar (High nilai payment sistem)

Mekanisme pembayaran ini umumnya dipakai untuk tipe transaksi bisnis dana di atas 100 juta rupiah, transaksi bisnis yang memiliki sifat menekan, dan transaksi bisnis dalam pasar modal, valuta asing, dan pasar uang. Pembayaran nilai besar condong memakai instrument pembayaran non-tunai. Sementara proses pengerjaan pembayarannya memakai mekanisme Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement (BI-RTGS).

BI-RTGS sebagai proses pengerjaan akhir transaksi bisnis yang sudah dilakukan per-transaksi dan memiliki sifat real time. Ketidaksamaan mekanisme kliring dan BI-RTGS berada di saat penuntasan akhir transaksi bisnis. Pada mekanisme BI-RTGS dilaksanakan pada tiap transaksi bisnis, dan pada mekanisme kliring dilaksanakan di akhir hari berlangsungnya transaksi bisnis.

Peranan mekanisme pembayaran dalam ekonomi

Dalam buku Peraturan Mekanisme Pembayaran di Indonesia (2003) kreasi Sri Mulyati Tri Subari dan Ascarya, diterangkan tiga peranan mekanisme pembayaran dalam ekonomi, yakni: Sebagai komponen penting dalam infrastruktur keuangan satu ekonomi untuk memberikan dukungan kestabilan keuangan.

Sebagai aliran penting dalam pengaturan ekonomi yang efisien, terutamanya lewat peraturan moneter. Untuk alat menggerakkan efektivitas ekonomi. Dari ke-3 peranan itu, bisa diambil kesimpulan jika peranan mekanisme pembayaran pada suatu ekonomi untuk jaga kestabilan keuangan dan perbankan, sebagai transmisi peraturan moneter, dan untuk alat tingkatkan efektivitas ekonomi satu negara.

Maka dari itu, mekanisme pembayaran harus ditata dan dipantau secara baik supaya mekanisme pembayaran jalan dengan aman dan lancar.

Nah, sudah kami jelaskan berikut adalah peran sistem pembayaran dalam perekonomian kecuali apa-apa saja. Semoga bermanfaat. (SPN)

Tinggalkan Balasan