Bank syariah Muhammadiyah Akan Diisi Profesional Tidak Mutlak Dari Internal
Suasana Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta. Foto: Wikipedia

Bank syariah Muhammadiyah Akan Diisi Profesional Tidak Mutlak Dari Internal

Muhammadiyah merencanakan membangun bank syariah sendiri, namanya Bank Syariah Muhammadiyah. Sekarang ini, beberapa pengurus Muhammadiyah di sejumlah wilayah masih lakukan analisis lengkap dan mendalam berkenaan gagasan pendirian bank itu.

Pengurus Muhammadiyah di Magelang dan Akademiki Bidang Keuangan Islam UII Yogyakarta, Rifqi Muhammad, menjelaskan syarat minimum modal pokok untuk membangun bank syariah di Indonesia sejumlah Rp 1 triliun dapat tercukupi.

Sekarang ini, Muhammadiyah mempunyai amal usaha yang menyebar di semua daerah Indonesia, dimulai dari fasilitas beribadah, pengajaran, kesehatan, instansi keuangan, sampai wakaf. Keseluruhan nilai asset Muhammadiyah itu diprediksi capai Rp 320 triliun.

“Untuk modal Rp 1 triliun, kita punya bank di daerah-daerah, lembaga keuangan mikro, itu aja sudah berapa. Saya kira kalau modal Insyaallah enggak ada masalah,” ujar Rifqi pada hari Sabtu (26/12).

Ia meneruskan, sekarang ini yang paling penting ialah mempersiapkan pengelolaan dan persiapan organisasi. Rifqi menjelaskan, nanti Bank Syariah Muhammadiyah akan diatur oleh kelompok profesional.

“Pasti memakai beberapa orang profesional, kan tidak harus orang intern yang mengurus nanti. Harus orang profesional yang memahami mengenai perbankan,” terangnya.

Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, menjelaskan pengurus pusat Muhammadiyah masih lakukan analisis pembangunan Bank Syariah Muhammadiyah. Tetapi, dia tidak menerangkan selanjutnya sampai mana analisis yang sudah dikerjakan PP Muhammadiyah itu.

“Belum ada. Tim sedang mempelajari (Bank Syariah Muhammadiyah),” terangnya.

Gagasan pendirian Bank Syariah Muhammadiyah itu perlu mendapatkan kesepakatan selanjutnya dari pimpinan Muhammadiyah di semua propinsi. Kemudian akan diulas dalam Kongres Muhammadiyah yang akan berjalan di tahun depan.

Sesudah kesepakatan didapat dari beberapa pengurus dan pimpinan pusat Muhammadiyah, baru lah dapat mengurusi hal pemberian izin ke Kewenangan Layanan Keuangan (OJK). Bank Syariah Muhammadiyah diinginkan dapat tercipta tercepat pada tahun 2022.

Sumber: kumparan.com

Baca juga: Bank Syariah Muhammadiyah Adalah Tandingan BSI?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *