Kosongkan Dana di BSI, Muhammadiyah Siap Dirikan Bank Syariah Untuk Mengembangkan UMKM
Suasana Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta. Foto: Wikipedia

Kosongkan Dana di BSI, Muhammadiyah Siap Dirikan Bank Syariah Untuk Mengembangkan UMKM

PP Muhammadiyah merencanakan mengambil semua dana amal usaha dan persyarikatan yang sejauh ini ditaruh di perbankan syariah milik negara. Saat ini perbankan syariah kepunyaan negara telah merger menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Tidak lama setelah itu, tampil berita Muhammadiyah akan membangun bank syariah sendiri, namanya Bank Syariah Muhammadiyah.

Pengurus Muhammadiyah di Magelang dan Akademiki Sektor Keuangan Islam UII Yogyakarta, Rifqi Muhammad, benarkan hal itu. Tetapi menurutnya, pembangunan bank syariah itu masih hanya analisis intern dan saran di beberapa wilayah.

“Iya, dalam intern persyarikatan Muhammadiyah. Inspirasi Bank Syariah Muhammadiyah belum jadi keputusan sah dan masih juga dalam step riset dan analisis,” tutur Rifqi.

Ia meneruskan, ide Bank Syariah Muhammadiyah nanti tetap sesuai ketentuan yang sudah berada di Indonesia, yaitu Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 mengenai Perbankan Syariah. Nanti, Bank Syariah Muhammadiyah akan layani semua kelompok masyarakat.

“Memiliki bentuk ialah Bank Umum Syariah dengan loyalitas memberikan pelayanan semua unsur masyarakat, meskipun tidak disangkal jika pasar intinya pasti masyarakat Muhammadiyah yang terhitung jumlahnya berpuluh juta, dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang banyak dimulai dari pengajaran (mulai PT, SMA/SMK, SMP, SD, TK), Rumah Sakit, Pondok Pesantren, dan amal usaha ekonomi bidang riil,” terangnya.

Disamping itu, nanti Bank Syariah Muhammadiyah ini akan berkonsentrasi untuk meningkatkan UMKM. Menurut dia, ini sesungguhnya sudah digerakkan oleh instansi mikro syariah Muhammadiyah di beberapa wilayah.

“Seperti keinginan pada awalnya, bank syariah yang nanti dibuat memiliki komitmen untuk menggerakkan pengokohan UMKM. Pasti jadi konsentrasi yang sejauh ini sudah digerakkan oleh Muhammadiyah lewat Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) yang disebut instansi keuangan mikro syariah di tingkat wilayah,” kata Rifqi.

Meskipun begitu, pembangunan Bank Syariah Muhammadiyah ini masih membutuhkan proses kesepakatan dari seluruh pimpinan Muhammadiyah di beberapa propinsi. Kemudian baru dapat jadi referensi dalam Kongres Muhammadiyah yang akan berjalan pada tahun depan.

“Yang akan menyarankan harusnya Majelis Ekonomi dan Kewiraswastaan di PP Muhammadiyah. Ini sedang dipersiapkan, supaya di Kongres Muhammadiyah nanti menjadi salah satunya rekomendasi,” terangnya.

Bila semua proses itu berjalan secara lancar, Bank Syariah Muhammadiyah ini diinginkan dapat diwujudkan secepatnya yakni pada tahun 2022. “Adanya proses analisis dalam dan ijin dari OJK, saya mengatakan itu dapat tercepat di 2022,” ujarnya.

Nah, itu tadi berita tentang Kosongkan Dana di BSI, Muhammadiyah Siap Dirikan Bank Syariah Untuk Mengembangkan UMKM. Mudah-mudahan memberikan manfaat.

Sumber: kumparan.com

Baca juga: Muhammadiyah Berencana Dirikan Bank Syariah di Tahun 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *