Ciri dan Tanda Negara Terancam Resesi Ekonomi
Ilustrasi Ciri dan Tanda Negara Terancam Resesi Ekonomi. Sumber gambar: Pixabay.com

Ciri dan Tanda Negara Terancam Resesi Ekonomi

Akhir-akhir ini marak istilah resesi bergaung. Konon katanya hal ini bisa mengganggu perekonomian suatu negara yang bisa berimbas dalam waktu yang cukup lama. Untuk hal itu, mari kita simak uraian singkat tentang ciri dan tanda negara yang teracam resesi ekonomi.

Ketika resesi berlangsung, orang kemungkinan mengalami dampak riil semisal peningkatan jumlah pengangguran, rutinitas berbelanja mengalami perubahan, proses melamban, dan menurunnya peluang ekonomi.

Praktisnya, kejadian resesi bukan saja menunjukkan tanda adanya penurunan PDB riil, akan tetapi juga menurunnya pendapatan pribadi riil, turunnya penjualan dan produksi manufakture, serta kenaikan tingkat pengangguran.

Berdasarkan The Balance, sepanjang terjadi resesi, akan berlangsung pertumbuhan kuartal yang negatif. Kemudian hal ini diikuti dengan pertumbuhan positif untuk beberapa triwulan yang lalu kembali negatif kembali.

Resesi dikatakan berlangsung singkat bilamana terjadi dalam jangka waktu 9 sampai 18 bulan. Namun, dampak yang ditimbulkannya bisa saja bertahan lama.

Sinyal pertama berlangsungnya resesi ialah terjadinya perubahan di bidang industri manufacturing. Produsen terima pesanan dalam skala besar beberapa bulan awalnya yang diukur dengan laporan pesanan barang bertahan lama.

Bilamana jumlah pesanan mengalami penurunan seiring berjalannya waktu, begitupun terjai pada pekerjaan pabrik. Bilamana pihak produsen stop untuk mengadakan rekrutan maka hal ini berarti sektor ekonomi mengalami perlambatan.

Turunnya permintaan dari customer umumnya adalah pemicu dibalik keterlambatan pertumbuhan ekonomi. Ketika penjualan turun maka proses bisnis berhenti untuk tumbuh. Kemudian mereka mengurangi atau tidak mencari pekerja baru lagi maka resesi telah mulai terjadi.

Sumber: tirto.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *