Pengertian dan Arti Resesi Ekonomi
Ilustrasi Resesi Ekonomi Sumber gambar: pixabay.com

Pengertian dan Arti Resesi Ekonomi

Kali ini Alobisnis akan membagikan informasi dan ilmu tentang resesi ekonomi. Apa sebenarnya pengertian dan arti resesi ekonomi itu menurut Anda? Akhir-akhir ini, istilah resesi semakin viral. Yuk baca agar lebih paham.

Pengertian dan Definisi Resesi Ekonomi

Definisi resesi ialah suatu masa turunnya ekonomi ketika di mana perdagangan dan rutinitas industri mengalami penyusutan. Biasanya hal ini diikuti dengan turunnya PDB selama dua kuartal beruntun.

Pengertian kata resesi juga bisa diartikan yaitu keterlambatan ataupun kontraksi yang besar dalam aktivitas ekonomi. Menurunnya pengeluaran yang begitu berarti biasanya menjurus kepada resesi.

Diberitakan The Economic Times, keterlambatan dalam aktivitas ekonomi bisa berjalan sepanjang beberapa kuartal hingga pada akhirnya betul-betul menghalangi terjadinya pertumbuhan.

Pada keadaan yang seperti ini, beberapa indikator ekonomi semisal laba perusahaan, PDB (product domestic bruto), pekerjaan, dan lain sebagainya akan mengalami penurunan dan memiliki potensi menyebabkan kekacauan (terutama dalam hal ekonomi).

Untuk menghadapi keadaan ini, biasanya dengen memberikan reaksi dengan cara memberi kelonggaran pada kebijakan moneter dengan jalan menambah jumlah yang yang ada dalam sistem ekonomi (memperbanyak jumlah uang yang beredar di masyarakat).

Mengapa seperti itu? Cara ini dikerjakan dengan tujuan untuk menurunkan suku bunga. Kenaikan pengeluaran oleh pemerintaha dan turunnya pajak dapat juga menjadi solusi yang baik dan tepat dalam pengentasan masalah ini.

Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyak negara yang juga terancam alami krisis ekonomi (resesi) ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga tahun 2020 tertinggi cuman dapat sebesar 0 %.

Sri Mulyani memberikan pernyataan bahwa ada peluang yang signifikan, bilamana pertumbuhan kuartal ketiga jatuh ke dalam area negatif dan tidak berhasil kembali ke posisi netral yaitu pada 0%.

Bila perkiraan menteri keuangan ini betul-betul terjadi, maka negara Indonesia pada akhirnya akan alami resesi teknikal. Apa itu resesi teknikal. Ini adalah suatu kontraksi pertumbuhan pada dua kuartal beruntun. Memberi kelengkapan kontraksi pada kuartal kedua tahun 2020 di angka 5,3 %.

Walaupun perkiraan memperlihatkan ancaman resesi di depan mata, Sri Mulyani menyatakan bahwasanya ada berbagai cara dan upaya sebagai penyelamatnya.

Beliau mengatakan, sepanjang konsumsi yang mempunyai andil 57,9 % PDB dan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 32,3 % PDB dapat dijaga, maka pertumbuhan kuartal ketiga dapat diraih ke angka 0 % atau bisa saja positif.

Pihak pemerintah menyatakan akan berusaha dengan keras dalam upaya pemulihan kedua indikator ini. Berbagai macam instrumen, semisal mulai dari bantuan sosial hingga kepada strategi pemulihan kepercayaan diri para investor akan dipicu dan diringkatkan.

Kunci yang penting dalam hal ini adalah investasi dan konsumsi. Bilamana konsumsi investasi masih memiliki nilai pertumbuhan yang negatif growth dan pemerintahan ingin all out masih susah untuk masuk di area netral 0 % pada tahun 2020,” sebut Sri Mulyani.

Nah, itu tadi ulasan kami tentang Pengertian dan Arti Resesi Ekonomi. Mudah-mudahan tulisan singkat ini membantu pembaca dalam memahami makna dari resesi ekonomi ini.

Sumber: Tirto.id

Video Penjelasan Apa Itu Resesi Ekonomi Menurut Pakar dan Ahli

Penjelasan dari dosen FEB UI, Dr. Willem A. Makaliwe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *