Cara Menanam Cabai yang Benar agar Cepat Berbuah
Panduan Cara Menanam Cabai yang Benar agar Cepat Berbuah

Cara Menanam Cabai yang Benar agar Cepat Berbuah

Tips cara menanam cabai yang benar agar cepat berbuah tidak susah, khususnya jika Anda sudah mengetahui tata triknya. Disamping itu cabe dapat tumbuh secara baik pada suhu tropis, dengan tempat tanam di tempat atau pot, yang dikenali dengan mekanisme tanam tabulampot.

Manfaat Menanam Cabai

Menanam cabe menjadi tugas khusus atau tugas sambilan untuk menambahkan uang atau pendapatan. Harga cabe, terhitung cabe rawit dapat secara mudah alami fluktuasi, Tetapi karena harga cabe yang condong mahal, menanam cabe rawit di dalam rumah jadi jalan keluar untuk dapat mengirit pengeluaran.

Di samping itu, Anda bisa juga memperoleh cabe yang fresh yang dapat diambil sendiri langsung dari kebun. Lantas, bagaimanakah cara menanam cabe yang betul? Langkah menanam cabe yang betul Tutorial langkah menanam cabe yang betul sudah dirnagkum dalam sebuah buku yang diedarkan Organisasi Pangan dan Pertanian (FOA). Tutorial itu meringkas tata langkah menanam cabe komplet:

  • Pembibitan
  • Penyiapan tempat
  • Penanaman
  • Perawatan
  • Pemanenan

Baca Juga : Cara Menanam Jagung

1. Tehnis Pembibitan

Persemaian:

Persemaian dibikin dalam bilikan/rack yang dikasih lindungan plastik trasparan. Buat kombinasi media semai: (2x ember tanah + 1 ember pupuk kandang) + 150 gram NPK atau SP 36 + 75 gr Karbofuran = 300-400 kantong Polybag. Benih ditanamkan dalam polybag atau plastik semai ukuran 4×6 cm, dibikin lubang semai 0,5 cm dan ditutup tanah lembut atau abu. Bibit bisa dipindahkan ke lega sesudah 17- 21 hari.

Persyaratan Lokasi Persemaian :

  • Tempat Bersih
  • Ada Sumber Air
  • Gampang Dalam Pemantauan

Perawatan bibit:

Tidak boleh dikasih pupuk sepanjang perawatan. Pakai insektisida dan fungisida 1/2 dari jumlah saran. Bila tidak ada hama dan jamur, tak perlu dilaksanakan penyemprotan. Jika dengan sungkup pendek, karena itu 10 hari kemarin harus bisa cahaya matahari penuh.

Simak Juga : Cabang Ilmu Pertanian Yang Menyelidiki Tanah

2. Penyiapan Tempat

Banyak hal yang perlu dipersiapkan saat sebelum menanam cabe:

  • Tempat harus dipersiapkan 40 hari saat sebelum periode tanam Ukur keasaman (pH) dan berikan kapur sama sesuai jumlah (4-5 Ton/ Ha).
  • Membajak dengan traktor/cangkul, kedalamannya 30-40 cm, dan gulma dibikin bersih.
  • Taburi pupuk kandang 20-30 Ton/ Ha.
  • Buat bilikan dengan lebar 110-120 cm, tinggi 30-40 cm, dan jarak antara bilik 60-70 cm.
  • Panjang bilik disamakan dengan panjang tempat.
  • Berikan pupuk dasar Urea/ ZA500, SP-36 300, KCL200, lalu taburi per mtr.
  • Lebih kurang 100 gram diaduk-aduk rata.

3. Penanaman

Penyiapan menanam bibit pada Bilikan:

  • Tanam pada sore dan pagi hari,
  • Satu hari awalnya,
  • tempat diairi bertepatan dengan pembikinan lubang tanam pada mulsa (plastik),
  • Bebaskan polybag tanpa menghancurkan akar, lalu tanam, dan siram seperlunya (media semai bersatu dengan tanah),
  • Selekasnya tutup dengan tanah jika akar kelihatan,
  • Tidak boleh ada rongga di antara tanah dengan plastik mulsa.

Langkah menanam bibit cabe

  • Masukan benih yang telah diperam (diletakkan) supaya benih semakin kuat dan cepat muncuk tunas.
  • Pakai benda yang lancip dan tidak boleh memakai jemari tangan untuk membolongi.
  • Harus dipahami, tempat tanam tak perlu sampai penuh, tapi cukup 3/4 dari polibag.
  • Menjaga selalu kelembapan tanah, bila perlu siram sore dan pagi.
  • Tutup benih dengan debu atau abu agar tunas lebih gampang ada.
  • Penyeleksian bibit yang seukur dan sehat, supaya hasil yang dibuat lebih optimal.
  • Selainnya tanah, ada banyak tempat tanam alternative yang dianjurkan untuk media semai, bila mempunyai modal dan stok barang yang cukup.

Tray, misalkan, dipakai sebagai alternative tempat persemaian selainnya polibag. Jika dikalkulasi, hasilnya semakin lebih efisien dan efektif. Tempat tanam yang lain ialah cocopit, yakni kombinasi media semai alternatif tanah. Selainnya ramah lingkungan, cocopit yang dibuat dari sampah kelapa ini membuat bibit jadi kuat saat perpindahan.

Pemupukan

Pupuk susulan diberi dua minggu sesudah tanam, dengan dikocorkan dapat dengan NPK 1⁄2 gelas dicairkan sama air 1 ember (10 liter) untuk pemupukan 40 tanaman. Pemupukan diulang setiap 10-14 hari sekali bergantung keadaan tanaman.

Makin subur makin lama intervalnya. Usia 50-65 hari dan 115 hari dikasih pupuk susulan granular (tebar) sekitar 1 sendok.

Pengaturan hama Menjaga kebersihan tempat, Pantauan/perhatikan perubahan hama dan penyakit dengan teratur, Bertindak selekasnya sesudah terdeteksi diserang Pakai pestisida yang on time, target, langkah dan jumlah, Perhatikan dan ulang penyemprotan, Eradikasi (buang) tanaman / sisi tanaman sakit.

Baca Juga : Cara Budidaya Jamur Tiram

4. Perawatan

Menjaga selalu kebersihan tempat, tanaman, air, perkakas, dan yang lain untuk menghindar timbulnya penyakit. Kerjakan penilaian dengan teratur dan periodik pada keadaan tanaman supaya mengetahui benar akan permasalahan yang muncul dan perlakuan yang hendak dilaksanakan.

Bila menurut penilaian tidak ada hama, jadi tidak perlu dilaksanakan penyemprotan insektisida/pestisida. Atur dan memantau tersedianya air dan keasaman tanah sampai periode panen.

5. Pemanenan

Cabe dipanen di saat buah warna merah penuh 100 % untuk dipasarkan ke industri pemrosesan cabe. Sementara cabe dipanen di saat buah warna merah 80 % untuk dipasarkan di pasar. (SPN – Sumber: Kompas)

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

bisnis ikan templatejurus-jurus meraih sukses

Tinggalkan Balasan